Connect with us

Metrum

Massa Mengambang

SAAT Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 digelar, lembaga survei tersentak. Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang ketika itu diunggulkan beberapa lembaga survei dipatahkan Joko Widodo-Basuki T. Purnama.

Lantas, kemenangan Donald Trump tempo hari juga mengejutkan. Dominasi lembaga survei memposisikan Hillary Clinton di atas angin. Tetapi, malah Trump yang berjaya.

Kedua fakta itu mencerminkan peluang setiap kandidat kepala daerah dan negara di mana pun sangat terbuka memenangi pesta demokrasi. Tanpa terkecuali Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Tasikmalaya, 15 Pebruari 2017 mendatang.

Paling tidak, empat lembaga sudah mempublikasikan hasil survei ihwal Pilkada Kota Tasikmalaya, yakni Survei Citra Komunika Lembaga Survei Indonesia (Cikom-LSI), Saeful Mujani Research and Consulting (SMRC), Laboratorium Politik FISIP Universitas Pasundan, dan Philosophia Politica Indonesia (PPI) Bandung.

Tiga lembaga survei di antaranya menenggarai Pasangan Nomor 2, Budi-Yusuf akan melenggang ke tampuk pemerintahan di kota Tasikmalaya. Walaupun SMRC dan Labpol FISIP Unpas melansir, Pasangan No 3, Dede-Asep, membayangi dengan angka tipis.

Sedangkan hasil survei PPI Bandung, menepis tiga lembaga sebelumnya. Dicky-Deni melejit mengungguli dua petahana. Tidak dipungkiri, hasil survei PPI Bandung menjadi anomali, meskipun diakui lembaga itu belum terakreditasi.

Perbedaan hasil survei yang berbeda-beda bukan perkara baru. Lumrah bila fenomena itu selalu berulang setiap perhelatan demokrasi berlangsung. Lumrah pula bila ada kalangan yang meragukan kredibilitas lembaga survei yang memprediksi calon wali kota, bupati, gubernur, dan presiden. Pasalnya seringkali dikaitkan siapa yang melakukan survei dan apa kepentingannya. Analisa objektif dan ilmiah, seringkali terabaikan analisa subjektif.

Namun ada pula yang berkeyakinan, lembaga survei sudah menjalankan metodologi dengan tepat, menaati kaidah ilmiah. Kalangan yang berprasangka baik ini memandang masih ada lembaga survei yang independen, tidak memihak calon wali kota manapun.

Peluang hasil survei yang meleset, ditenggarai karena luput mencermati para pemilih yang belum menentukan pilihan. Massa mengambang atau floating mass ini belum terungkap arahnya. Artinya potensi elektabilitas bisa mengalir tanpa terkendali. Segala kemungkinan bisa saja terjadi.

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas