Connect with us

Metrum

Menjaga Keikhlasan Syiar MTQ


image

DAKWAH memerlukan logistik. Tanpa logistik, gerakan dakwah akan kocar-kacir. Masuk akal. Nabi Muhammad Saw dikukuhkan menjadi Rasul pada usia 40 tahun. Saat itu sudah mapan, menjadi saudagar sukses.

Selama menyebarkan agama Islam, Nabi Muhammad lebih banyak memberi. Mengorbankan harta untuk agama. Para sahabat yang pertama yang direkrut pun termasuk kalangan terpandang. Sebut saja, Abu Bakar, Usman bin Afan, dan Abdurrahman bin Auf.

Langkah itu menjadi pertanda, kegiatan ekonomi sangat penting untuk membiayai dakwah. Bukan sebaliknya. Kegiatan dakwah malah dijadikan ajang untuk kepentingan ekonomi.

Menjaga keikhlasan ternyata harus ditunjang ekonomi. Lantaran, kesengsaraan tipis dengan kekufuran. Saat kondisi iman sedang jatuh, kemiskinan membuka celah kejahatan.

Sesungguhnya, orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS 49, Alhujurat: 15)

Gamblang. Peran ekonomi ditandaskan. Bahkan disebut pada urutan pertama. Jihad harus dibangun bil anwal wal anfus. Harta dan jiwa. Ayat Alquran sudah mewanti-wanti pentingnya logistik untuk berdakwah.

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), sangat mulia. Gerakan dakwah yang sudah berlangsung lebih dari tiga dekade. Bukan perkara gampang, mempertahankan syiar kolosal yang dijalani dengan penuh kecintaan.

Logistik MTQ tidak murah. Panitia lokal dan para peserta mengerahkan segala kemampuan demi sukses MTQ XXXIV tingkat Jawa Barat yang digelar di Kota Tasikmalaya tahun ini. Membuktikan, kekuatan ekonomi dalam dakwah sangat penting.

MTQ harus tetap dijaga. Seperti halnya menjaga keikhlasan para pemangku dan peserta. Syiar Islam tetap dikedepankan. Membaca ayat suci, digemakan setiap hari.

Selama sepekan penuh ajang terhormat itu digelar di Kota Santri. Momentum yang tepat untuk refleksi. Menjaga keikhlasan harus tetap menjadi komitmen setelah layar-layar MTQ diturunkan. Panggung dirapikan.

Kesejahteraan santri, guru-guru madrasah, qari dan qariah perlu menjadi agenda yang menjadi perhatian serius.

Logistik dakwah di sektor pendidikan informal itu harus tetap terjaga secara simultan dan berkesinambungan.

Selamat datang di Kota Santri para kafilah se-Jawa Barat.


Continue Reading
Advertisement
1 Comment

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • Metrum

    Pesan Fabel

    Sejak dini dikenalkan pada imajinasi. Fiksi lama yang tersebar luas secara lisan. Hewan berperilaku seperti manusia....

  • Metrum

    Persimpangan Jalan Media

    Menjelang Hari Pers Nasional Ada dua pandangan saling menghampiri. Karena semakin dekat, keduanya bisa saling mempengaruhi....

  • Metrum

    Puisi di Ruang Publik

    Bayangkan, hidup kita tanpa kesenian. Tanpa musik, nyanyian, dan tarian. Bayangkan, jika hidup tanpa tontonan, tanpa...

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

Advertisement WordPress.com

Disadari atau tidak, majas melekat dengan keseharian. Saat ngobrol di kedai kopi, lahir perbandingan untuk menjelaskan gagasan. Kiasan mengalir, mempertegas efek. Menghidupkan imajinasi.… instagram.com/p/Bt8eGDDBe9l/…

Yesterday from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Instagram

To Top