Connect with us

Metrum

Microblog dan Blog

PRODUKTIVITAS blogger tergoda mainan baru microblog, twitter dan facebook. Kehadiran kedua media sosial itu dipandang salah satu faktor penyebab melemahnya para blogger memutakhirkan tulisan.

Kegelisahan itu sempat mencuat saat digelar Asean Blogger Conference di Museum Pasific  Asia, Nusa Dua Bali (16-17/11/2011).

Pengamat sosial media, Nukman Luthfie, tidak menampik kondisi itu. Menurutnya, ada kecenderungan pergeseran dari kreator ke tukang ngobrol.

Jumlah kreator tidak banyak. Mereka kebanyakan adalah conversationalist, melarutkan diri dalam perbincangan bernapas pendek di microblog twitter.

Entakan 140 karakter di penampang twitter sebetulnya bisa dioptimalkan. Ngintip akun twitter orang ternyata mengasyikan. Apalagi ketika kicauannya terfokus membahas satu persoalan, semacam kultweet atau kuliah twitter. Pesan yang disampaikan efektif. Bisa memuaskan sekadar rasa ingin tahu aja atau ingin tahu banget.

 Melalui kicauan di twitter, seseorang bisa membuat kerangka karangan yang padat. Satu kicauan menyampaikan satu gagasan utama. Bisa juga satu gagasan utama diuraikan dalam beberapa kiriman tweet. Berkicau dengan terfokus.

Artinya bisa mengawinkan microblog dan blog sekaligus. Kicauan twitter yang tematis, selanjutnya dituangkan secara utuh ke dalam blog. Sekali mengayuh dayung dua-tiga pulau terlampaui.

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Tinggalkan Balasan

To Top