Connect with us

Literasi Media

Mitos Wartawan

KETUA LPPM Politeknik LP3I, Dr. Bambang Sudaryana, M.Si DEA saat memandu diskusi.

KETUA LPPM Politeknik LP3I, Dr. Bambang Sudaryana, M.Si DEA saat memandu diskusi.

ASYIK nih paparan Ketua Program Pendidikan Hubungan Masyarakat Politeknik LP3I Bandung, Leili Kurnia Gustini, S.Sos M.Si, saat menjadi narasumber Seminar Kehumasan: “Membina Hubungan Baik dengan Pers/Media/Wartawan” di kampus STIE Yasa Anggana, Garut, Kamis (28/3).

Forum literasi media itu didukung penuh Pikiran Rakyat Online, LP3I Bandung, dan STIE Anggana Yasa. Saya turut hadir sebagai narasumber penggembira šŸ˜€

Berikut ini petikannya:

BETULKAH wartawan bisa diundang kapan saja? Boleh jadi iya. Tapi faktanya tidak begitu, jam kerja wartawan tidak menentu.

 

BETULKAH wartawan selalu memberitakan sisi negatif? Tidak juga. Karena ada rambu-rambu kaidah jurnalistik.

Betulkah wartawan itu komersil? Tidak juga. Kalaupun iya, biasanya ditindaklanjuti dengan penawaran untuk memasang iklan di medianya.

wpid-IMG_20130328_104355.jpg

Leili Kurnia Gustini, S.Sos M.Si

Betulkah wartawan itu urakan? Tidak juga. Kalaupun penampilan ada yang terkesan seenaknya, boleh jadi karena persoalan teknis.

Betulkah wartawan manusia pintar? Kalo yang ini sih harus. šŸ˜‰

Betulkah wartawan yang butuh berita? Tidak juga. Kalangan tertentu malah yang mencari wartawan untuk diberitakan.

Betulkah, wartawan kebal hukum? Tidak dong. Wartawan sama di mata hukum.

Betulkah wartawan sosok yang menakutkan?

Diskusi di Facebook
Continue Reading
2 Comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan

To Top