Connect with us

Metrum

Monster Saku

duddy-wikuNOSTALGIA di balik monster saku, menciptakan daya tarik lintas generasi. Menjadi ceruk pasar dan kecenderungan baru yang digandrungi.

Monster virtual dalam saku yang populer pada tahun 90-an itu kini mewabah kembali. Para pemburu monster remaja dan dewasa saling bertemu.

Demi menangkap monster saku — Pokemon — mereka digerakkan dan dipertemukan. Langsung intim. Tak berjarak. Lantas membentuk paguyuban.

Padahal rentang usia cukup jauh. Antara 10 sampai 20 tahun. Namun, karena ada irisan kepentingan, mereka nyaman-nyaman saja. Kepuasan.

Para pemburu monster saku generasi sekarang larut. Bak menemukan ruang aktualisasi baru sebuah game. Interaksi langsung sesama pemain Pokemon terbuka.

Sistem Pemosisi Global (GPS) menyala demi menangkap monster-monster yang menggemaskan itu. Itulah pembeda Pokemon Go dalam ponsel pintar.

Nintendo Game Boy, dulu masih sederhana. Permainan kartu untuk ditukar jadi candu. Kartu pun laku di taman-taman bermain, bahkan sekolah.

Pokemon Go bagi yang pernah keranjingan Gameboy Nintendo menjadi sangat romantis. Mereka mengenang kejayaan saat jadi kolektor monster.

Kecenderungan kolektif yang hangat dibicarakan itu tak luput mengundang kecemasan. Dianggap racun. Modernitas tak mengakar pada tradisi.

Ketegangan antara konvensi dan inovasi yang tidak berkesudahan. Romantisme “kaulinan barudak” kembali diungkit setiapkali terombang-ambing.

Tetapi setiapkali itu pula tidak berdaya. Lantaran kebingungan merumuskan nilai-nilai yang dianggap asli pribumi menghadapi perkembangan. ***

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas