Connect with us

Metrum

Nujum Sepakbola dan Politik

jatinangorPERNUJUMAN modern mewarnai Piala Eropa. Ada yang ilmiah. Prediksi pengamat berbasis data. Bedah skuat, kapasitas pemain. Head to head.

Analisa objektif memetakan kekuatan skuat. Membaca konstelasi. Kondisi tim diurai. Nama-nama besar disebut. Riwayat pertandingan diungkap.

Nujum sepakbola yang menghibur. Mewarnai para pemeluk teguh yang sedang menjalani puasa. Keriuhan selepas Tarawih hingga menjelang sahur.

Pengendalian diri terbelah. Antara piala bergengsi dan ibadah bulan suci. Situasi puncak malam antara dua pengaruh. Profan dan sakral.

Sepakbola tak bersangkutan dengan agama atau tujuan keagamaan. Sepakbola tidak disucikan. Tapi menyedot perhatian. Uforia menggusur agama.

Adu karisma di lini depan, tengah, dan belakang. Merambah ke ruang publik. Menjadi idola bahkan tuhan. Mengaduk keharuan secara kolektif.

Sewaktu-waktu bisa menjadi serangan balik yang menusuk akal sehat. Analisa objektif tentang skuat berbalik arah menjadi takhayul. Ilusi.

Ilusi dinikmati saat koala Oobi-Ooobi, Paul si gurita pintar, gajah Nelly, dan kura-kura Momario turut campur meramal hasil pertandingan.

Hewan-hewan ahli nujum itu membungkam para komentator yang mengumbar prediksi secara ilmiah. Kendati ada juga di antaranya yang ngawur.

Mana mungkin seekor cumi-cumi bernama Paul bisa menebak dengan jitu semua pemenang pertandingan Piala Dunia 2010 silam? Aneh bin ajaib.

Campur tangan semesta yang sulit diduga, seringkali terjadi. Seperti halnya hewan-hewan peramal sepakbola. Perdukunan modern yang riang gembira.

Naluri binatang tak selalu lebih rendah ketimbang manusia. Kebinatangan pada saat tertentu bisa lebih mulia. Spontanitas pertanda tulus.

Binatang cuma mengandalkan insting. Gaya hidup yang dibawa sejak lahir. Kebiasaan tanpa pengalaman mendalam. Kepolosan menjalani hidup.

Fabel. Kisah watak manusia yang diperankan binatang. Menggambarkan moral dan budi pekerti. Fabel modern Paul, si gurita asal Oberhausen.

Boleh jadi Paul juga peka politik. Jika masih hidup mungkin bisa menebak. Kandidat yang melenggang dalam Pilkada Kota Tasikmalaya 2017. ***

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas