Connect with us

Metrum

Panggung Politik

Pesta demokrasi layaknya podium. Sekadar memanggungkan sikap dan arah pandangan yang berbeda. Tidak ada protagonis dan antagonis yang mutlak. Setelah pertunjukan usai, layar-layar kembali diturunkan. Tetap damai dan gembira.

Arus yang deras dari hulu ke hilir tak bisa dipungkiri. Saling membanggakan diri. Masing-masing merasa paling sempurna. Semuka cuma sosok pribadi, kemudian menjadi golongan. Pertentangan kian tajam.

Bukan hal yang aneh. Setiap orang ingin diakui. Secara kolektif ada norma baik dan buruk. Hitam dan putih moralitas. Pertarungan politik pun seolah mempertontonkan pandangan moral kebaikan melawan keburukan.

Sulit dihindari, bila masing-masing merasa dirinya paling suci. Sedangkan pihak di luar dirinya dianggap mutlak diliputi kebobrokan. Keduanya tidak saling memberi ruang. Monolog bukan dialog.

Saatnya minum kopi.

Diskusi di Facebook
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#youtube Mewarnai | Suasana Minggu pagi di Alun-alun Kota Tasikmalaya #weekend #interlude #rhapsody youtu.be/3TVg_g9Su3Q

About 4 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via IFTTT

Advertisement
Advertisement WordPress.com
To Top