Connect with us

Kliping

Pasar Cibatu Akhirnya Direlokasi

GARUT, PriLM – Setelah digonjang-ganjing sikap  pro dan kontra,  Pasar Cibatu di wilayah Garut Utara yang hancur akibat bencana kebakaran enam tahun lalu, akhirnya jadi juga direlokasi ke Kp. Parakantelu, Desa Cibunar, sekitar 1,5 km ke arah Utara dari lokasi lama.
“Mau apa lagi, tanahnya sudah dibebaskan, tinggal pelaksanaannya pada awal tahun ini,” jelas Kepala UPTD Pasar Cibatu, Dedi Kuswandi.

Menurut Dedi, rencana itu sudah matang dan bagi para pedagang sudah tak ada masalah. “Bahkan pedagang yang dulu keukeuh menolak direlokasi saat ini justru mendukung,” katanya.
Dedi menegaskan, ini tentu saja merupakan awal yang baik bagi terwujudnya pembangunan Pasar Cibatu yang representatif sebagai pusat kegiatan ekonomi warga.

“Bila terus terjadi pro kontra, kondisi Pasar Cibatu akan tetap seperti sekarang ini, berjualan di kios darurat yang kurang nyaman dan sareukseuk juga memacetkan arus lalu lintas,”  tandas Dedi.
Di lokasi baru, lanjutnya, selain akan dibangun pasar tradisonal dengan bangunan modern, juga akan didirikan terminal dan jalan tembus ke Desa Padasuka melewati sejumlah kampung di Desa Cibunar dan  Keresek. “Ini juga merupakan salah satu bagian mewujudkan rencana perluasan Kota Cibatu yang akan berdampak positif terhadap masyarakat. Tidak seperti sekarang,  Kota Cibatu dirasakan hanya sebesar batok kelapa,” ungkap Dedi.

Sementara itu sejumlah pedagang yang berhasil ditemui Priangan, menyatakan menyambut baik relokasi. Namun mereka berharap agar pemerintah tak lagi mengulur-ngulur waktu sehingga pembangunan pasar terus molor.

Menurut mereka, segera wujudkan rencana itu jangan hanya wacana. ”Yang namanya usaha dimana pun tempatnya tak dipersoalkan. Pembeli pada akhirnya tetap akan memburu lokasi baru nanti. Daripada kita tetap berdagang di kios darurat. Selain kumuh, juga kerap diterjang banjir,” ujar Kamaludin pedagang kelontongan.
Pedagang lainnya menuturkan, yang paling penting harga jual kios di lokasi baru tidak memberatkan. “Oleh karena itu kami berharap mulai sekarang pihak pengembang melakukan sosialisasi secara terbuka kepada para pedagang mengenai ukuran kios, uang muka, hingga harga jual kios yang akan dibangun. Hal itu sangat penting agar para pedagang mempunyai pegangan,” tandasnya.

Para pedagang juga menyatakan agar kios yang dibangun nanti diprioritaskan bagi para pedagang lama, tidak ditawarkan kepada bukan pedagang. “Kecuali, jika semua pedagang lama sudah kebagian kemudian masih ada sisa, baru ditawarkan ke pihak luar. Kita tak ingin setelah pasar dibangun, malah para pedagang yang tak mengalami kerugian akibat yang mengisi,” ungkap salah seorang pedagang kelontongan lainnya.
Sementara itu Sekretaris Hiwappa Cibatu, Yudi Kurniawan, membenarkan rencana kepindahan Pasar Cibatu sudah tak ada ganjalan dari para pedagang. “Mereka sudah merasakan bagaimana sulitnya berdagang di kios darurat selama enam tahun,” pungkasnya.

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Advertisement
Terkait
Terimakasih telah berkunjung

Tinggalkan Balasan

To Top