Connect with us

Metrum

Pengamanan Standar Objek Vital

courtesy 123rf.com

courtesy 123rf.com

PERAMPOKAN Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, berlangsung senyap. Tidak seperti dalam adegan film-film aksi. Menegangkan. Nasabah sedang antre, pelaku bertopeng karet menembakkan pistol ke atas. Orang-orang menjerit dan tiarap.

Perampok yang kasar, menodongkan pistol kepada petugas bank, menghardik agar memasukan uang ke dalam karung kecil. Kemudian menggiring ke ruang brankas. Petugas pucat, tangannya bergetar saat membuka sandi. Uang digasak, lantas perampok kabur. Tancap gas. Adegan acapkali berlangsung siang bolong.

Film memang dunia rekaan. Sama sekali tak bisa disandingkan dengan peristiwa nyata. Meskipun tidak sedikit film yang diangkat dari kisah sesungguhnya.

Perampokan BRI unit Mangkubumi, Selasa (24/9/2013), sama sekali tidak terjadi kegaduhan. Warga setempat adem ayem. Bahkan, petugas keamanan di Bank itu mengaku tidak mengetahui aksi pembobolan brankas. Ia terlelap tidur dengan tenang. Saat pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu beraksi, sang petugas keamanan tidak terganggu sama sekali.

Diduga kuat aksi itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Lantaran, sempat ada warga yang melihat Avanza hitam diparkir di depan kantor BRI. Namun, warga tidak melihat tanda-tanda mencurigakan dini hari itu. Suasana di kawasan itu betul-betul tenang.
Petugas keamanan pun baru mengetahui kantornya disatroni garong, pagi harinya, sekitar pukul 06.00 WIB. Dia mengaku terkejut saat mengetahui ruang brankas porak poranda.

Sayang closed-circuit television (CCTV) ternyata tidak berfungsi. Begitu pula alarm di kantor itu, selain tidak berfungsi juga letaknya sudah berpindah.

Kelemahan itu musti ditindaklanjuti dan dipertajam. Paling tidak, fakta-fakta itu bisa menjadi titik balik penelusuran pembobolan uang nasabah yang ditaksir mencapai Rp 700 juta itu. Faktor keamanan yang lemah bisa ditenggarai sebagai kejanggalan yang patut ditelusuri lebih jauh.

Petugas keamanan yang tidur lelap, alarm dan CCTV tidak berfungsi, dipandang sebagai fakta yang harus menjadi pelajaran bagi lembaga keuangan publik lain. Tidak gegabah. Mengabaikan perangkat keamanan standar, yang seharusnya sudah menjadi kebutuhan paling dasar. Terutama di objek-objek vital. *

Diskusi di Facebook

5 Comments

Tinggalkan Balasan

Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Golkar Sumedang 2020-2025 duddy.wordpress.com/2020/09/2…

About 3 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via WordPress.com

Advertisement
Advertisement WordPress.com
To Top