Connect with us

Metrum

Perihal Kabar Pilkada

GRUP Kabar Pilkada (KP) diluncurkan 8 Februari 2012, lima bulan menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Tasikmalaya, yang — waktu itu — digelar Senin (9 Juli 2012). Grup Kabar Pilkada pertama di dunia yang terdaftar di media sosial facebook. Alamat tautan (https://facebook.com/kabarpilkada) fakta digital yang tidak bisa dibantah.

Grup Kabar Pilkada dibuat akun facebook Kabar Priangan, melibatkan beberapa awak redaksi, di antaranya Teten Rustendi (almarhum) yang setia mengawal. Saat itu Teten ditugasi memantau kiriman konten di grup KP. Konten-konten itu, dipilih kemudian dimuat pada rubrik khusus, Sora Balarea. Isinya seputar sikap dan harapan warga kota tentang Pemilu Kepala Daerah.

Sepeninggal admin Teten, grup KP digawangi M. Ridwan. Sedangkan akun facebook Kabar Priangan — kreator grup KP — statusnya tidak menjadi admin lagi. Demi menjaga kesan, grup KP milik semua kalangan tidak didominasi media tertentu, tetapi menjadi grup yang terbuka.

Respon anggota grup sangat baik. Bahkan sempat menggelar beberapa kali pertemuan yang hangat. Kami mengajak anggota lain untuk menjadi admin. Kang Annas salahseorang yang pernah terlibat menggawangi grup yang dianggap berpengaruh ketika itu.

Setelah ajang Pemilu 2012 kelar, grup KP terus berjalan. Bahkan semakin aktif dan bergairah. Berkembang menjadi ruang curah gagasan yang menyentuh banyak sektor. Tidak melulu politik. Kritik dan saran untuk Pemerintah Kota Tasikmalaya berlangsung aktif. Ada yang halus, pedas, bahkan vulgar. Namun, suasana kehangatan grup tetap terjaga. Tahun 2014, Kang Annas (waktu itu masih menjadi admin) mengganti gambar sampul dengan grafis cantik, “Kabar Kota Tasikmalaya”

Menjelang Pemilu Presiden 2014 (9 Juli 2014) suasana mulai memanas. Lepas kendali. Liar. Halaman grup KP dibanjiri konten bernada hujatan. Isu sara sempat mencuat. Beberapa akun pseudonim atau samaran mulai mengirim konten provokatif yang mengundang reaksi. Admin sudah mewanti-wanti, namun kiriman terus mengalir. Antarkubu saling menyerang. Panas.

Suasana tidak nyaman itu melorotkan gawang. Satu demi satu relawan penjaga kunci atau kuncen alias admin, mengundurkan diri. Imbas kondisi itu menjadi lantaran konten-konten yang mengundang suasana panas terus berlangsung sampai tahun 2017. Sekalipun relawan baru, Jani Noor dan Sukmana Irman turun membantu. Imbauan kembali ke khitah pun sudah dilayangkan. Namun sulit dikendalikan. (Untuk diketahui sampai saya disematkan menjadi admin baru, konten tidak dimoderasi).

Mari Kembali Ke “Kabar Pilkada”

Bahkan, menjelang perhelatan demokrasi Pemilu Kepala Daerah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya tempo hari pun topik utama grup KP kehilangan fokus. Cuma beberapa kiriman saja yang isinya relevan. Umumnya didominasi residu benturan antarkubu Jokowi-Prabowo. Benturan itu kembali meruncing, menjelang Pilpres 2019.

Konten ikhwal pilkada serentak yang akan digelar selepas Lebaran, 27 Juni 2018, mesti menjadi topik utama grup KP. Tanpa sara tanpa hoax, dan tanpa hujat-menghujat. Isu-isu lain di luar pilkada serentak — sejatinya disepakati — tidak masuk halaman grup. Andai selama menjadi admin, saya meloloskan konten-konten yang tidak ada kaitan dengan pilkada serentak, mohon dimaafkan. Mungkin saya kurang piknik.

 

Indihiang, 3 Mei 2018

 

Komentar
Continue Reading
Advertisement
Terkait
Komentar

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • Metrum

    Panggung Politik

    Pesta demokrasi layaknya podium. Sekadar memanggungkan sikap dan arah pandangan yang berbeda. Tidak ada protagonis dan...

  • Metrum

    Pesan Fabel

    Sejak dini dikenalkan pada imajinasi. Fiksi lama yang tersebar luas secara lisan. Hewan berperilaku seperti manusia....

  • Metrum

    Persimpangan Jalan Media

    Menjelang Hari Pers Nasional Ada dua pandangan saling menghampiri. Karena semakin dekat, keduanya bisa saling mempengaruhi....

  • Metrum

    Puisi di Ruang Publik

    Bayangkan, hidup kita tanpa kesenian. Tanpa musik, nyanyian, dan tarian. Bayangkan, jika hidup tanpa tontonan, tanpa...

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

Advertisement WordPress.com

Saya pernah bercerita di berbagai pertemuan dengan komunitas literasi. Setiap orang adalah produsen kata-kata. Dunia siber memberi ruang yang leluasa. Media arus utama menghadapi prasyarat berat, jika tidak menyikapi dengan bijak. Cyber troop akan melakukan perlawanan. #literacy

About 9 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

To Top