Connect with us
Iktikaf literasi di Masjid Nafisah Syakur, Jumat (14/12/2018)

Komunitas

Perihal Laman Kabar Sekolah

Lebih dari dua tahun silam, domain Kabar Sekolah “diamankan”. Seiring lahirnya Forum Guru Menulis.

Demi berjaga. Forum dibentuk bukan sekadar uforia. Mesti ada saluran agar aktivitas lapangan berlanjut. Keseimbangan antara input, proses, dan output.

Gagasan jurnalisme partisipatif bukan hal baru. Jurnalisme warga sudah didengungkan sejak lama. Kehadiran Kabar Sekolah turut mewarnai sebagai alternatif. Terminal kreativitas, tempat singgah konten yang dituangkan dengan tulus dan gembira. Kemudian diberangkatkan ke tengah publik.

Era digital selalu membayangi. Tidak bisa lepas dan harus disikapi. Kita tak bisa lari. Gempuran konten merasuki setiap hari. Konten negatif tidak terkecuali. Mencengkeram. Hoaks dan pornografi harus dibendung. Diimbangi dengan gerakan “IT Jannati”.

Peran para pendidik harus hadir secara nyata. Di sekolah menggelorakan kesadaran bermedia. Melek. Tidak cuma sekadar penikmat berita. Saatnya menjadi produsen kata-kata. Mengolah dan merumuskan data menjadi sebuah cerita. Bergotong royong menuangkan imajinasi dan peristiwa.

Ikhtiar literasi digital yang dilakukan dengan cara menghayati proses akan lebih mengena. Terlibat dan melibatkan diri menjadi kreator konten positif di laman Kabar Sekolah . Memulai dengan menjadi pewarta sekolah. Guru menulis berita.

Saat ini, ada lima kategori yang disediakan laman Kabar Sekolah , Kolom, Kiprah, Kanal, Komunitas, dan Siswa. Kategori konten itu bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan. Paling tidak, bisa jadi rambu-rambu, sebagai langkah awal untuk memulai.

“Kolom”, mewadahi esai mini. Tulisan yang bersifat faksional. Berisi gagasan atau opini. Pandangan tentang sesuatu diungkap dengan singkat-padat. Dianjurkan tak melebihi 500 karakter. Tapi tidak tertutup menampung opini panjang, teknisnya bisa ditulis berseri.

Berita kegiatan sekolah diwadahi “Kiprah”. Bisa menyangkut lembaga atau personal. Prestasi guru dan siswa termasuk dalam kategori ini. Profil atau sosok. Reportase dasar berkaidah jurnalistik. Peristiwa bisa sudah berlangsung atau agenda yang direncanakan. Aktual dan faktual.

“Kanal” menjadi saluran karya kreatif. Wadah tulisan fiksional, seperti fiksi mini dan puisi. Selain itu, karya-karya dalam bentuk video disalurkan ke kategori ini. Ditenggarai “Kanal” akan berkembang dan dimekarkan menjadi beberapa kategori khas.

Kategori “Komunitas” diperuntukkan reportase himpunan kreatif. Bisa di luar atau di sekolah. Lentur saja. Komunitas di sekolah, umpamanya unit kegiatan ekstrakurikuler. Forum guru atau kelompok kerja lintas sekolah termasuk layak ditampilkan di sini.

Sedangkan kategori “Siswa” isinya bisa senada dengan kategori lain. Bedanya, yang menjadi pusat perhatian adalah siswa. Kiprah dan kolom siswa. Termasuk beririsan pula dengan kategori “Komunitas”. Intinya, segala aktivitas yang bermuara pada siswa.

Lima kategori yang dirancang tidak mutlak. Sejalan dengan perkembangan sangat terbuka untuk berubah. Dinamis. Bukankah akan indah jika digulirkan bersama? Dari kita, oleh kita, untuk kita. Selamat berkarya. Literasi adalah sebuah ayat. Iqro!
Salam.

Disarikan dari Twitter

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Advertisement WordPress.com

Reposted from @AiNurhidayat (get_regrann) - Kelas kecil itu berisi petuah yang bila dimaknai akan menjadi ledakan spirit. Kami kerap menyimpan tradisi kelas kecil untuk membongkar ramai mengubahnya menjadi lebih… instagram.com/p/B3lD15Snzk3/…

About 7 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Instagram

To Top