Connect with us

Metrum

Piala Presiden

bobotoh-singaparna

Foto Hadiana M Tomat

KESETIAAN bobotoh Persib sangat melekat. Aktualisasi mereka menjalar ke banyak ruang. Siapakah Ayi Suparman alias Ayi Beutik, Sang Panglima Viking? Loyalitas salah seorang pendiri Viking itu tak diragukan. Jayalah Persibku adalah nama anak pertamanya. Anak kedua pun dinamai Usab Perning, bahasa pergaulan yang artinya Persib.

Ayi Beutik tidak hanya panglima di lapangan, tetapi menggerakkan ekonomi melalui bisnis cinderamata. Pendukung Persib yang total. Selama hidup, Persib melekat dengan dirinya. Kesetiaan seorang bobotoh yang bisa menggambarkan kekuatan dukungan yang menjadi identitas kolektif. Ayi Beutik menjadi simbol aktualisasi diri seorang bobotoh yang menunjukkan identitas sebuah kelompok.

Saat Persib dibicarakan, tidak ada lagi perbedaan kelas sosial. Berbagai kalangan terlibat dengan senang hati. Persib nu aing. Semua bergerak dan merasa memiliki. Bobotoh Singaparna Kabupaten Tasikmalaya bergegas ke Stadion Jalak Harupat. Mereka mendeklarasikan kecintaan terhadap Persib dengan spanduk: “Harta, Tahta, dan Wanita Kutinggalkan Demimu, Persib!”

Ungkapan itu melukis makna simbolik. Sepakbola kemudian berubah menjadi arena tempat menciptakan lambang, menyebarkan pengaruh, sekaligus menjadi ajang pembuktian diri melalui tindakan sosial yang menggerakkan. Tanpa disadari, melahirkan nilai-nilai sosial yang mendominasi.

Kesetiaan bobotoh berbeda dengan kesetiaan para pendukung partai politik. Dukungan dipersembahkan dengan tulus. Sedikit pun tanpa modus. Penggemar kesebelasan sepakbola nyaris tak memiliki peluang untuk menarik dukungan. Berbeda dengan sikap terhadap partai politik, tergantung ke arah mana bandul kepentingan bergerak.

Namun bukan berarti sepakbola suci dari ranah politik. Perseteruan antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Menteri Pemuda dan Olahraga, sangat mengganggu. Silang paham yang terjadi ditenggarai sarat kepentingan. Dampaknya serius. Ajang Liga Super Indonesia dan Divisi Utama sempat dibekukan.

Akhirnya, Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) siap menjalankan kembali kompetisi ISL dan beberapa turnamen lain setelah putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang membatalkan SK Menpora Nomor 01307 tahun 2015 tentang Pembekuan PSSI.

Lahirlah turnamen pramusim Piala Presiden. Para penggemar sepakbola bersukacita. Saat Persib memenangi pertandingan semifinal Piala Presiden tempo hari, kegembiraan bobotoh menjalar kemana-mana. Lupa, PSSI dan Menteri Pemuda dan Olahraga pernah bertengkar hebat. Hidup Persib!

Lanjutkan
Terkait...
1 Komentar

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas