Connect with us

DIARY

Reuni Kecil Pasamoan Budaya

Bersama Amang S. Hidayat

GAYANYA masih seperti dulu. Konsisten. Tanpa basa-basi. Sejalan dengan komunitas yang dibangunnya, sejak tahun 1998, Teater Bolon. Menyuarakan pikiran yang natural, layaknya seorang bocah. Kemurnian.

Amang S. Hidayat. Pejuang kebudayaan yang malang melintang dari madrasah ke madrasah. Dari imtihan ke imtihan. Ruang kesenian yang organik. Panggung rakyat yang total.

Bersama Kelik Nursetiyo Widiyanto

Teater Bolon bukan sekadar lingkung seni. Tetapi sekaligus menjadi madrasah yang melahirkan santri-santri kreatif. Menggali sumber daya potensial. 

Sebut saja Teater Tangga, yang diusung Aditya, santri berbakat Teater Bolon. Ada juga Aulia, pembaca puisi andal yang berhasil merebut gelar juara dalam berbagai ajang lomba.

Bersama Ketua KNPI dan Lesbumi Kabupaten Tasikmalaya

Pertemuan dengan Kang Amang di Kalawagar, Singaparna — saat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Pasamoan Budaya IV, Rabu (12/7/2017) — mengundang gairah. 

Sebelum acara yang digawangi Ketua IMM, Deni Safrudin itu berlangsung, perbincangan sudah menghangat. 

Penampilan Teater Bolon di sela-sela Pasamoan Budaya IV

Kang Amang turut mewarnai konten diskusi yang menghadirkan Ketua Majelis Pustaka  dan Informasi (MPI) Muhammadiyah Provinsi Jawa Barat, Kelik Nursetiyo Widiyanto itu.

“Para peletak dasar pendidikan di Indonesia, kalah pamor oleh pemangku pendidikan yang mengelu-elukan konsep pendidikan baru entah dari mana. Lahirlah sekolah-sekolah negeri. Mana ada sekolah Muhammadiyah negeri, sekolah NU negeri, sekolah Persis negeri?,” ujar Kang Amang seraya merogoh gasolin.

Cara berpandang yang bolon itu membuat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Dadan Ahmad Sofyan, M.Pd tersenyum kecut. Disaksikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Ijang Jamaludin dan ajengan muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Mimih Haeruman. Tampak pula hadir, Ketua IMM Provinsi Jawa Barat, Zaki Nugraha.

Pasamoan Budaya yang digelar keempat kalinya itu bertajuk Media Sebagai Jembatan Dakwah Menuju IMM Kabupaten Tasikmalaya Berdaulat.

Ajengan Mimih Haeruman memandang ajang itu bisa menjadi ruang sinergitas antara, Muhammadiyah, NU, Persis, dan komponen masyarakat lainnya. “Abaikan egosentris golongan, mari kita bergerak bersama-sama,” katanya.

Diamini, Ketua KNPI, Nana “Magadir”. Menurut dia, KNPI Kabupaten Tasikmalaya pun sedang mengembangkan laman matapemuda.com. Laman itu bisa diintegrasikan dengan penamerahmu.com yang sedang dipertajam IMM Kabupaten Tasikmalaya. “Mari kita saling mengisi,” katanya.

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

DIARY

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • DIARY

    Cara Menghadirkan Negara

    Kang Amang S. Hidayat berhasil menghadirkan negara tanpa beban. Tidak tanggung-tanggung, memelihara kebudayaan di Tasikmalaya. Bukan...

  • DIARY

    Pengayaan Aneh

    SEPEKAN terakhir ini, Si Bungsu tampaknya sedang sibuk. Pulang sekolah sering molor dari biasanya. Boleh jadi...

  • DIARY

    Silih Dangdanan

    POE ayeuna urang panggih jeung saha, di mana, nanaonan. Naha aya jejer carita nu diungkarakeun? Unggal...

Ke Atas