Connect with us

Metrum

Rotasi Pegawai Perlukah?


rotasi

Courtesy HU. Kabar Priangan

MENJELANG akhir tahun, Bupati Ciamis, H. Engkon Komara melakukan gebrakan. Tidak tanggung-tanggung, 638 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis,diputartugaskan alias dirotasi. Bupati Komara melantik dan menyumpah pejabat yang masuk dalam daftar, terdiri dari pejabat eselon II, III, IV dan V serta para kepala sekolah SMP, SMA, SD dan TK di halaman Pendopo, Kamis (27/12/2012).

Selama rotasi pegawai dilakukan berdasarkan analisa kebijakan yang cermat, berpeluang tipis mengundang reaksi negatif. Niat baik demi evaluasi dan peningkatan produktivitas pegawai. Tetapi, rotasi tidak selalu berjalan mulus. Acapkali menuai protes dari pegawai yang mapan posisinya dan merasa diperlakukan tidak adil.

Kekisruhan bisa diminimalkan, bila kebijakan rotasi didasarkan pada data dan informasi yang akurat  tentang kinerja individu. Data yang akurat — paling tidak — bisa mengobati kekecewaan. Sosialisasi yang intens juga perlu dilakukan sebelum perputaran pegawai diputuskan, selain mempertimbangkan kapasitas dan kompetensi individu. Bahkan, lebih ideal lagi bila jauh-jauh hari para pegawai disiapkan, semacam pencerahan di tempat yang baru.

Awal Desember lalu, Kamis (6/12/2012) kebijakan Bupati Tasikmalaya, H. U. Ruhzanul Ulum sempat menghangat saat menggulirkan rotasi, mutasi, dan promosi sejumlah pejabat. Pasalnya Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Sudana Machmud hanya menjabat satu hari saja, lantaran dipandang tidak memiliki kompetensi di dunia medis. Keesokan harinya Sudana dicopot dari jabatan Direktur RSUD dan dikembalikan ke posisi awal. Sedangkan jabatan Direktur RSUD, diberikan kepada dr. Eli. Langkah Uu bisa dibilang tepat. Tetapi, bisa pula dibilang ceroboh.

Di penghujung masa jabatan berakhir, Walikota Tasikmalaya, H. Syarif Hidayat — sebelum H. Budi Budiman dilantik — merotasi dan memutasi 124 pejabat eselon III, IV serta kepala sekolah dan pengawas sekolah, Jum’at (8/11/2012). Padahal sebulan sebelumnya — Oktober — dia juga melakukan langkah itu. Kebijakan itu menuai kritik, karena dipandang kental bermuatan kepentingan. ***


Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: