Connect with us

Edukasi

Sedia Skripsi Palsu Ijazah Asli


SURAT tanda tamat belajar atau ijazah bukan lembar kertas biasa. Demi mendapatkan dokumen itu, seseorang harus mengorbankan waktu hidupnya. Perjalanan untuk mendapat diploma penuh romantika. Suka dan duka.

Fakta sosial yang tidak terbantah, ijazah memposisikan derajat seseorang dalam masyarakat. Kalangan berpendidikan dan kalangan  awam bisa ditandai dari ijazah yang dimiliki. Lulusan sekolah rendah atau sekolah tinggi. Lulusan dalam atau luar negeri. Lihatlah ijazahnya. Di sana ada gelar berlisensi akademis.

Ijazah tentu mempunyai harga. Derajat kehidupan seseorang menjadi istimewa. Namun, kini keabsahan ijazah dan kualitas individu pemiliknya sedang dipertaruhkan.

Pemilik ijazah asli dan palsu sulit lagi dibedakan. Seseorang yang memiliki kapasitas individu bagus belum tentu berijazah. Begitu pula sebaliknya, ijazah tidak menjamin kualitas diri pemiliknya.

Ijazah lembaga pendidikan ternama sekalipun kini tidak bisa menjadi jaminan mutu sumber daya manusia. Faktanya, tidak sedikit sarjana yang hidupnya merana. Kalangan yang tidak berijazah malah tidak sedikit yang sukses dan kaya raya. Uang bicara.

Ijazah tentu mempunyai harga. Abaikan soal derajat hidup dan moral. Ijazah apa pun kini bisa diperoleh secara instan. Ijazah SD, SMP, SMA bisa dipesan. Harga bersaing. Diploma, Strata 1 sampai Strata 3 pun tersedia, sekalipun harus merogoh kocek lebih dalam.

Pemerintah memang sudah menindak sejumlah lembaga yang terkait dengan ijazah palsu. Namun langkah itu belum tentu bisa menjamin menutup praktik jasa penyedia ijazah palsu berhenti, bila pengawasan tidak dipertajam. Bahkan di dunia kampus resmi dan ternama pun celah untuk praktik itu masih terbuka.

Tidak sedikit mahasiswa yang malas membuat skripsi sendiri, tetapi menggunakan jasa orang lain. Apakah skripsi itu bisa dipertanggungjawabkan? Berapa eksemplar ijazah-ijazah asli yang dikantongi mahasiswa, tetapi ternyata skripsinya palsu. Skripsi sebagai syarat kelulusan palsu, tetapi ijazahnya asli.

Lumrah bila kasus pemalsuan ijazah masih sering terjadi dan sulit dihentikan. Seperti halnya, praktik skripsi palsu, plagiarisme, dan kepincangan lain yang tak bisa ditangani Badan Akreditasi Nasional. Belum lagi persekongkolan yang memuluskan jalan semakin runyam. ***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: