Connect with us

Sosbud

SR Blusukan: Dari Dunia Maya Turun ke Bumi


TIM SR menyantuni Rika

TIM SR menyantuni Rika

RAUT Bu Enok (50) tak bersahabat setiap kali kedatangan tamu asing yang menenteng kertas dan tampak sibuk mencatat ini dan itu. Suaminya pun begitu, Endang (55) seorang penjual es keliling. Keduanya jenggah, sering didatangi orang yang mendata keluarganya. Namun, menurut mereka, sampai saat ini tidak jelas juntrungannya untuk apa.

Anak mereka, Rika Sartika, sering difoto, bak seorang model. “Saurna kanggo keperyogian survei. Setelah 17 tahun, seumur kakaknya Rika, entah berapa puluh kali yang datang mendata kami,” katanya.

Bisa dipahami jika Bu Enok marah-marah waktu hendak diambil gambarnya. Ia tak mau penderitaan keluarganya, terus dieksploitasi. “Ini bukan yang pertama kali,” sergahnya..

Saat Relawan Sedekah Rombongan (SR) berkunjung, Rika enggan difoto. Ia malah menyelinap ke belakang dan duduk di depan tungku. Tampaknya Rika merasa nyaman menikmati kehangatan dapur di rumah tanpa plester itu.

Gerakan sedekah nasional yang dirintis aktivis blog Jogjakarta Saptuari Sugiharto itu terus berkembang. Di wilayah barat, termasuk Tasikmalaya dan sekitarnya pun sudah digulirkan. Para relawan terus blusukan ke kampung-kampung, menjadi kurir sedekah. Tempo hari, Tim SR menyambangi rumah keluarga Endang dan Enok, di Gunungmuncang RT 01/05, Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, menyantuni Rika Sartika yang menurut pengakuan Endang dan Enok belum pernah berobat, padahal menderita tumor otak serius.

Menyambangi rumah Pak RT, pejuang tangguh.

Menyambangi rumah Pak RT, pejuang tangguh.

Dirangkaikan, menyantuni Dayat (53), warga Gunungkanyere RT 05/06, Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari. Tukang menggergaji kayu itu terganggu aktivitasnya karena menderita Tumir Branchis DX. Dayat kini sudah ditangani Jamkeskinda, dijadualkan masuk RSUD, Sabtu (4/5/2013). Rencananya akan dioperasi Senin (6/5/2013).

Meskipun kondisi Dayat tak sempurna, masyarakat mempercayainya sebagai Ketua RT, dan tetap menjalankan tanggungjawab melayani masyarakat. Sosok yang gigih dan pekerja keras.

Masih di Kecamatan Bungursari, Tim SR menyantuni Sabiq Sazid Rizawansyah (7). Putra pasangan Ohi Hidayat (40) dan Elis Lestari (30), warga Kampung Nangoh RT 01/09. Sabiq divonis mengidap Kelenjar TB dan kurang gizi. Kini ditangani dr, H. Iwan, harus berobat jalan selama enam bulan. Jaminannya kini sedang diurus relawan SR.

sr-3

SABIQ, sebentar lagi masuk sekolah

Ayahnya yang hanya menjadi penjahit  tidak mampu membiayai pengobatan Sabiq. Biarpun hanya berobat jalan, tapi dalam waktu 6 bulan, sangat memberatkan. Apalagi saat ini Sabiq belum memiliki kartu Jamkesmas maupun Jamkeskinda. Ketua RT-nya berjanji akan mengurus surat-surat tersebut, tapi memerlukan waktu. Padahal pengobatan Sabiq tidak bisa ditunda.

Sempat berbincang dengan salah seorang relawan SR, Akeem. Menurutnya, gerakan ini murni gerakan sosial jalanan. “Kami berkomunikasi inten di twitter,” katanya. Bila ingin mengenal lebih jauh tentang SR, silakan kunjungi laman sedekahrombongan.com 🙂


2 Komentar

2 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosbud

  • Sosbud

    BBM Ampuh

    PENGARUH naiknya harga bakar minyak (BBM) ternyata ampuh. Mengatrol harga-harga komoditas lain. Tetapi tidak bila harga...

  • Sosbud

    Sekadar Hari Antikorupsi

    HARI Antikorupsi Dunia, Selasa (9/12/2014), jadi momentum refleksi semua pihak. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota...

  • Sosbud

    Media Sunda Lawas ti Tasikmalaya

    KABEUNGHARAN inteléktual urang Tasikmalaya, di antarana ngaréngkol dina ngokolakeun média. Lian ti koran Sipatahoenan anu gumelar...

  • Sosbud

    Bupati jeung Puisi

    GEDONG Kasenian Tasikmalaya (GKT) diadegkeun taun 1998 kalawan istiméwa. Minangka pangbagéa pamaréntah pikeun para seniman. Sanajan...

  • Sosbud

    Wan Orlet: Soal Becak

    WAWAN Rudiat atau lebih dikenal dengan Wan Orlet, hatinya tak sekeras dunianya. Sehari-hari bergelut dengan dunia...

  • Sosbud

    Tradisi "Enam" Penyair Tasikmalaya

    BERGELUT dengan kata, tidak lantas membuat seseorang dinobatkan menjadi pu­jangga. Setiap saat orang menggunakan bahasa untuk...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: