Connect with us

Kliping

Suplai ke Pasaran Turun


KASI Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Odang Saepudin, SE mengakui penyebab kenaikan harga beras di pasaran yang terjadi saat ini salah satunya akibat kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP).

Namun menurut Odang juga menyebutkan, ada faktor lain yang mendongkrak harga bahan makanan pokok tersebut yakni penurunan suplai beras ke pasaran dan belum tersalurkannya beras untuk masyarakat miskin (raskin).

Odang pun mengakui, melambungnya harga beras sekarang ini yang menembus Rp 6.500/kg, cukup memberatkan masyarakat. “Bila kenaikannya telah di atas 25 persen dari harga normal, kami akan segera melakukan langkah-langkah tertentu termasuk mengadakan operasi pasar murah beras,” jelasnya.
Benarkah ada penurunan suplai beras ke pasaran? Benar, kata H. Entoh, salah satu distributor beras di Jl. Bantar No.27, Kota Tasikmalaya. Menurutnya, akibat kurangnya suplai harga beras jadi terdongkrak.
“Kenaikan harga beras yang terjadi saat ini disebabkan kurangnya pasokan beras dari tingkat petani ke tingkat pedagang,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata dia, disinyalir akibat belum datangnya musim panen di daerah-daerah lumbung beras seperti Singaparna, Banjar dan Sragen (Jawa Tengah). Menurutnya, kini harga beras karungan dengan berat 50 kg menyentuh angka Rp 300.000 per karung, padahal sebelumnya Rp 240.000. “Dengan kata lain mengalami kenaikan sebesar Rp 60.000 atau sekitar 25 persen,” jelasnya.

Entoh yang merupakan distributor beras cukup besar di Kota Tasik mengatakan, sekarang stok beras di gudangnya hanya berkisar dua ton. Padahal sebelum kenaikan harga dan pasokan kurang, stok di gudangnya bisa mencapai 20 ton.

Hal senada diungkapkan Azis, salah seorang pedagang beras Jembar Jaya di Pasar Cikurubuk, Kota Tasik. Menurutnya, harga beras dari berbagai merek hampir rata-rata mengalami kenaikan dan lonjakan kenaikan tersebut sudah mulai terasa sebelum Hari Natal 2009 lalu.

“Sejak saat itu harga beras terus merangkak naik hingga sekarang,” ujar Azis.

Dikatakannya, kenaikan harga beras tersebut terjadi akibat kiriman beras ke pasar dari petani mengalami penurunan sebagai akibat dari belum datangnya masa panen di daerah lumbung beras seperti di Jawa Tengah dan Banjar. “Kini beras lokal Tasik pun banyak yang dibawa ke Jawa sehingga pasokan ke pasar lokal menjadi berkurang,” terangnya.  (Asep MS/Priangan)***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kliping

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: