Connect with us

Edukasi

Surat untuk Bu Donna


marching-bandBU Donna yang baik, terus terang saja nih. Saya sangat mengapresiasi anak asuhan Ibu berkarnaval memainkan tambur dan perangkat perkusi. Saat anak-anak tampil, orang bisa membayangkan, proses latihan tidaklah segampang membalik telapak tangan.

Suara tetabuhan yang dimainkan secara rombongan begitu tentu memerlukan kerjasama yang baik. Semahir-mahirnya orang memainkan musik, jika tidak selaras dengan penabuh lain tak akan ada harmoni. Kebersamaan yang terjalin akan melahirkan keindahan.

Langkah Bu Donna sudah tepat. Mereka bisa belajar banyak hal melalui kesenian. Termasuk menanamkan kebersamaan melalui Marching Band Raudlatul Anfal (RA) Annisa yang Bu Donna pimpin. Tentunya, bersama guru-guru lain di sekolah anak dini usia itu — Doan Deslianty, Dede Samrotul Munawaroh, Ifah Toifatul Amanah, Dewi Fatimah, dan Ai Ido Hidayatul Fitriah — bekerja keras melatih mereka memadukan keterampilan bermain musik secara kolektif.

Salut Bu. Hasilnya, cukup menggembirakan. Karena saya tahu anak-anak pernah meraih juara umum dalam sebuah ajang. Termasuk meraih Juara I Dramayorette, selain merebut posisi II dalam kategori display, music analysis, colour gard, dan Juara III kostum.

Anak-anak Bu Donna sangat membanggakan dan lucu-lucu. Sebut saja Zeni Tita Irwahyuni sebagai mayoret, didukung Nashwa Hapirzan Fitriah dan Isti Julistia Kasih. Mereka telah mengharumkan nama sekolah dan Kampung Ceungceum RT 01/02, Desa Jayamukti, Kecamatan Leuwisari.

Sekali lagi, saya sangat senang menikmati anak asuhan Bu Donna bermain “marching band”. Tetapi lebih lengkap lagi bila mereka diajari pula keselarasan hidup dengan menabuh gamelan.

Salam
Penggemar Setia Marching Band


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
1 Komentar

1 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: