Connect with us

Metrum

Swafoto, Narsis, dan Masokis


duddyNARSIS itu nikmat. Segala perkara yang nikmat sulit dibendung. Pasti menjadi arus kuat. Dinikmati banyak orang. Menjadi kecenderungan.

Narsis tidak sama dengan masokis. Namun keduanya punya irisan. Objeknya sama-sama diri sendiri. Narsis dan masokis tidak mengenal jenis kelamin. Tua atau muda. Derajat sosial tidak berlaku. Semua kalangan bisa mengalami. Sadar atau tidak.
Istilah narsis lahir dari kisah lama. Mitos dari Yunani yang mengalir ke seluruh marcapada.

Pemuda Narsisus menjadi primadona. Putra Dewa Sungai itu digandrungi banyak wanita. Namun tak seorang pun yang berhasil mencuri hatinya. Bahkan, seorang Dewi Echo sekalipun kandas. Cintanya ditolak mentah-mentah.

Dewi Echo terluka. Patah hati. Kegundahan Echo didengar Dewi Pembalasan, Nemesis. Narsisus dikutuk. Dilaknat agar menyintai dirinya sendiri. Ternyata tentang kutukan itu sudah ada pertanda.

Saat Dewa Kefissos dan istrinya Liriope melahirkan Narsisus, seorang peramal sudah mewanti-wanti agar Narsisus jangan melihat bayangan dirinya. Ramalan itu menjadi suratan. Kutukan yang merogoh jiwa.

Saat melihat bayangan wajah di atas air, Narsisus tak kuasa menahan kekaguman terhadap dirinya. Jatuh cinta. Rindu dan dendam. Sehingga pada suatu saat Narsisus tersihir bayangan sendiri. Kemudian tenggelam dalam air. Mati.

Mencintai diri sendiri secara berlebihan bisa mengakibatkan penderitaan. Narsis yang kebablasan bisa menyakiti. Bila sudah mencelakai diri, jadilah seorang masokis. Sebuah penyimpangan kepribadian.

Kenikmatan di bawah sadar saat seseorang melukai perasaan atau tubuhnya. Pedih namun bahagia. Menikmati kesakitan setenang kematian.

Jadi bagaimana hukumnya swafoto atau selfie? Tampaknya selama tidak mengakibatkan seseorang menjadi masokis, boleh-boleh saja. Bila tidak setuju selfie, layangkan protes kepada pabrik gawai atau smartphone di seluruh dunia.


Continue Reading
Advertisement
Komentar

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • Metrum

    Pesan Fabel

    Sejak dini dikenalkan pada imajinasi. Fiksi lama yang tersebar luas secara lisan. Hewan berperilaku seperti manusia....

  • Metrum

    Persimpangan Jalan Media

    Menjelang Hari Pers Nasional Ada dua pandangan saling menghampiri. Karena semakin dekat, keduanya bisa saling mempengaruhi....

  • Metrum

    Puisi di Ruang Publik

    Bayangkan, hidup kita tanpa kesenian. Tanpa musik, nyanyian, dan tarian. Bayangkan, jika hidup tanpa tontonan, tanpa...

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

Advertisement WordPress.com

Disadari atau tidak, majas melekat dengan keseharian. Saat ngobrol di kedai kopi, lahir perbandingan untuk menjelaskan gagasan. Kiasan mengalir, mempertegas efek. Menghidupkan imajinasi.… instagram.com/p/Bt8eGDDBe9l/…

Yesterday from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Instagram

To Top