Connect with us

Metrum

Tak Luput dari Golput


PENDEKATAN budaya untuk menarik minat para pemilih. (foto: Abdul Haris/KP)

PENDEKATAN budaya untuk menarik minat para pemilih. (foto: Abdul Haris/KP)

PEMILIHAN Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Ciamis tahun 2013, tidak luput dari golput.

Di TPS 04 Kelurahan Kertasari, golongan putih (golput) mencapai 126 suara, berbeda tipis dengan perolehan pasangan Bagus Arief Wiwaha dan Akasah (Berkah), 129 suara. Bahkan mengungguli pasangan lainnya, Iing Syam Arifien dan Jeje Wiradinata (Sajiwa) 112 suara, Budi Kurnia dan Mita Permatasari (Bumi) 27 suara, dan Heddy Suhendra dan Yedi Udo Ruchayana (Heded) 11 suara.

Hasil di TPS 04 itu — memang — tidak merepresentasikan kondisi seluruhnya. Tetapi patut dicermati serius sebagai fenomena politik yang menunjukkan tingkat partisipasi pemilih. Pemilukada di Kota Bandung tempo hari, termasuk yang bisa dikecualikan. Angka golput menurun, karena pasangan Ridwan Kamil-Oded Muhammad Danial berhasil mencuri perhatian masyarakat.

Pergeseran perilaku pemilih menunjukkan kecenderungan pemilih tidak hanya menentukan pilihannya berdasarkan identifikasi kepartaian, melainkan mulai menggunakan isu dan sosok kandidat sebagai rujukan. Lumrah bila ada yang memandang, pilihan pada loyalitas partai kini telah bergeser akibat adanya ketidakpercayaan (distrust) kepada partai dan figur calon dengan cara melakukan non-voting (golput) dan protest voting, dengan memilih figur-figur alternatif.

Sekarang kondisinya tentu berbeda dengan masa-masa awal Pemilihan Umum Kepala Daerah. Para politisi tentu sudah belajar banyak dari fenomena sebelumnya. Termasuk para pelaksana teknis pemilihan yang mencoba menghadirkan suasana segar di TPS. Seperti halnya para petugas KPPS di TPS 34 UPTD Pendidikan Ciamis menggunakan pangsi hitam dan iket untuk melayani warga yang hendak menyalurkan suaranya pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Minggu (22/09/2013).

Upaya yang patut diapresiasi untuk mendekatkan emosi para pemilih, agar turut berpartisipasi menyalurkan hak suaranya. Menurut Anggota KPPS TPS 34, Agus Yani, ada peningkatan partisipasi pemilih warga yang datang ke TPS itu. Saat Pilkada tahun lalu, partisipasi warga tidak lebih dari 50%, karena mayoritas warga Lembursitu dan sekitarnya warga perantau.

Setelah membuat TPS unik, partisipasi masyarakat meningkat. Sampai pukul 11.00 WIB saja, lebih dari 70% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat di TPS itu telah menggunakan hak suaranya.

Wallahualam 😉


Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: