Connect with us

Metrum

Terimakasih Pembaca yang Budiman

12745628_10207590438990864_265897922425408643_n

 

 

 

 

 

 

KEKUATAN para dewa dilukiskan dalam kisah kuno, tercipta karena dipuja-puja. Setiap kali namanya disebut, dewa semakin berkuasa. Sebaliknya, jika dilupakan kekuatan dewa akan rontok. Lemah kemudian mati.

Demikian pula surat kabar. Kekuatan sangat ditentukan para pembaca. Media cetak yang kehilangan pembaca, sama halnya dengan dewa kehilangan pemuja.

Selama 17 tahun — sejak 15 Mei 1999 — Kabar Priangan (Grup Pikiran Rakyat) tumbuh kembang di Parahyangan, tempat para dewa bermukim. Tanpa pembaca, media lokal terbesar di Priangan Timur itu tak ada artinya.

Hingga saat ini tiras Harian Umum Kabar Priangan bergeming, meski perkembangan dunia internet (world wide web) tak bisa dibendung. Pengaruhnya sampai sejauh ini belum berarti.

Jika ada beberapa media cetak dikabarkan gulung tikar, boleh jadi bukan karena soal itu. Bisa saja karena persoalan manajemen internal yang rapuh.

Kalangan muda yang berselancar di internet, ditenggarai tidak semuanya mengakses portal berita. Mereka lebih suka mengunjungi media sosial dan hiburan. Sekadar bercakap-cakap atau main game. Jadi masih ada waktu, untuk bebenah dan mempersiapkan diri. Perjalanan masih panjang.

Derajat keabsahan informasi yang berseliweran di dunia maya, acapkali dipertanyakan. Tidak sedikit, isu-isu berkembang liar. Harus diuji dan diverifikasi. Sampai hari ini, berita yang dimuat koran, cenderung lebih meyakinkan.

Isu surat kabar di Indonesia akan mati pada tahun 2040, tak dipungkiri harus dicermati para awak media. Namun, tak usah terlalu dibumbui drama. Sikapi dengan cerdas. Paling tidak, menjaga sikap dengan memegang teguh kaidah jurnalistik. Bisa menjaga martabat, artinya sekaligus optimistis.

Perihal disuguhkan dalam jaringan ataukah dicetak, itu soal cara. Ada yang lebih penting, agar media tidak lupa berterimakasih kepada para pembacanya. Menjaga kedekatan emosi atau proximity, supaya selalu dicintai.

Terimakasih para pembaca yang budiman.

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas