Connect with us

Metrum

Titik Nol Pilkada


Mendongkrak indeks kebahagiaan masyarakat salahsatunya dengan cara swafoto (selfie). Bersama Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, Kamis (9/2/2017).*


MARI kita santai agar otot tidak tegang. Menarik diri sejenak dari pusaran. Menepi. Jeda beberapa saat saja. Menjaga jarak dengan panggung yang ingar-bingar. Kemudian memandangnya dari luar lingkaran dengan tenang.

Sekencang-kencangnya kompetisi dalam pesta demokrasi di Kota Tasikmalaya, selalu menggembirakan. Happy ending. 

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) langsung perdana pada tahun 2007 termasuk rawan. Selisih suara antara tiga pasangan calon sangat tipis. Hanya terpaut beberapa persen saja.Tetapi semuanya jembar manah.

Ketika itu pasangan Drs. H. Budi Budiman-dr. Wahyu Sumawidjaja, M.Kes meraih 30,67 %; Drs. H. Bubun Bunyamin-Noves Narayana, SE. M.Si, 33,95 %; dan Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si-Ir. H. Dede Sudrajat, MP, memimpin dengan meraih suara 35,38 %.

Pada tahun 2012, giliran pasangan Drs. H. Budi Budiman-Ir. Dede Sudrajat, MP, melenggang ke Bale Kota, meraup suara 58,02 %, memenangi pilkada dengan telak meninggalkan pasangan Ir. H. Mumung Marthasasmita-Drs. H. Taufik Faturohman (8,20 %) dan Drs. Syarif Hidayat, M.Si-H. Cecep Bagja Gunawan (33,78 %).

Tahun ini, pilkada Kota Tasikmalaya memasuki babak baru. Dari 101 daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, termasuk salah satu yang melaksanakan pilkada serentak gelombang kedua pada tanggal 15 Februari 2017.

Dua pilkada sebelumnya — tahun 2007 dan 2012 — berjalan mulus. Sekalipun suhu politik sempat memanas, tetapi tidak memicu konflik yang berlarut-larut. Kota Tasikmalaya aman dan damai.

Berkaca pada hajat demokrasi sebelumnya, semua pihak bersikap satria. Substansi pilkada harus menyentuh kepentingan yang lebih luas. Kembalikan ke titik nol. ***


Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: