Connect with us

Metrum

Umbrella Girl

KEKUASAAN juga tampak dalam bahasa. Tanpa disadari para penutur. Pilihan kata (diksi) memantulkan rasa kuasa. Ada superior dan inferior.

Bahasa pribumi tidak berdaya membendung unsur serapan perbendaharaan kata asing. Terus merasuk. Akhirnya dinaturalisasi. Dipribumikan.

Keterpengaruhan bahasa biasa dan niscaya. Selama kekayaan kata milik sendiri tidak tergerus. Ketahanan bahasa cermin ketahanan budaya.

Banyak istilah tertentu yang sulit padanannya. Bahasa sebagai ciri bangsa, mengandung kode yang khas. Konteks tergantung pada kode budaya.

Istilah teknis sektoral, ilmu pengetahuan dan teknologi paling longgar diserap. Lantaran keteteran mencari kata yang sepadan. Telan saja.
Berbahasa diwarnai istilah dari antah berantah. Keren. Intelek. Tidak haram. Syaratnya harus taat kaidah.

Selain kaidah bahasa, sikap dan mental pun perlu diperkuat. Ingat fenomena Vicky Prasetyo. Mengumbar kata asing tak mesti habis-habisan.

Fenomena Vicky cuma anomali. Jadi hiburan. Fakta budaya. Retorika vickybulary. Kristalisasi keringat idiot atau impoten intelgensi. Segar.

Diakui, berbahasa bisa sewenang-wenang. Semaunya. Lahirlah perbendaharaan kata baru. Patut dicermati, rasanya naik derajat berbau asing.

Acara penyambutan tamu di tempat bergengsi dilabeli mentereng: welcome night, gala dinner, dan sebagainya. Merasa lebih bermartabat.

Perempuan cantik bawa payung, tiba-tiba menjadi umbrella girl, padahal sejak dahulu kala sudah populer payung geulis. Bermakna luas.

Welcome Night dan Gala Dinner rasanya sudah termaknai oleh Gelar Pangbagéa. Berpikir mesti global tetapi bertindak lokal. Membumi.

Gelar Pangbagéa: Selamat Datang Kontingen Balap Motor. Gala Dinner masih mengganggu. Apa bedanya dengan santap malam, botram, mayor, balakécrakan, atau parasmanan?

Boleh jadi, memilih kata dianggap persoalan enteng. Namun tanpa disadari sedikit demi sedikit menggerogoti identitas kolektif. Jati diri.

Menggalakan bahasa pribumi, bak berkebun di lahan milik sendiri yang subur. Suatu waktu bakal memetik buahnya yang segar. Saripati dari bumi.

Posted from WordPress for Windows Phone

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas