Connect with us

Literasi Media

Koran Ibu: Ruang Curhat dan Ekspresi Ceria

PENGELOLA Koran Ibu GOW, seusai mengikuti pelatihan manajemen media komunitas, di Cipanas Galunggung.

PENGELOLA Koran Ibu GOW, seusai mengikuti pelatihan manajemen media komunitas, di Cipanas Galunggung.

DI ruang terbuka, sidang redaksi digelar. Pemimpin Redaksi Koran Ibu Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Yuyu D. Sulastri langsung memimpin rapat besar yang melibatkan para redaktur dan wartawan. Selasa, (26/11/2013), dari pagi sampai siang seluruh kru Koran Ibu GOW hadir di Cipanas Galunggung. Membedah konten yang akan disuguhkan kepada pembaca.

Layaknya pengelola media arus utama, kaum ibu dari berbagai organisasi se-Kabupaten Tasikmalaya itu terlibat aktif mengikuti “Simulasi Manajemen Pengelolaan Media Komunitas Koran Ibu” yang difasilitasi Harian Umum Kabar Priangan.

Pemimpin Redaksi memimpin rapat proyeksi dengan cermat. Setiap redaktur atau penanggung jawab rubrik, ditanyai perihal topik yang akan diangkat untuk edisi Koran Ibu mendatang. Rupanya, para redaktur sudah mempersiapkan diri, karena sudah memahami tugas pokok dan fungsi mereka.

Pekan lalu, Selasa (19/11/2013), di Gedung Putih Pendopo Tasikmalaya, para pengelola Koran Ibu itu sudah mendapat pembekalan tentang struktur organisasi pengelola media komunitas dan rubrikasi. “Simulasi di Cipanas Galunggung, merupakan tindak lanjut pelatihan sebelumnya yang digelar di Gedung Putih Pendopo Lama, pekan lalu,” kata Hj. Yuyu seraya menambahkan kegiatan itu terlaksana, berkat dukungan Harian Umum Kabar Priangan, Grup Pikiran Rakyat.

Praktek lapangan di Galunggung, tidak perlu bertele-tele lagi membahas teori. Soal jurnalisme dasar dianggap sudah selesai.

Penanggung Rubrik Liputan Utama, Hj. Ema Amalia langsung menyodorkan rencana liputan “Rumah Pintar”, pusat kegiatan belajar di kawasan Bojongkoneng. “Rumah Pintar, menurut saya layak menjadi topik utama untuk edisi perdana ini. Karena Rumah Pintar merupakan wadah kegiatan kaum ibu, dan milik bersama, khususnya kaum ibu, umumnya masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” kilahnya.

Bidan senior, Elih, yang ditunjuk menangani berita tambahan langsung menyambar usulan Hj. Sukaesah yang menggagas aktivitas Community TB Care, Aisyiyah Kabupaten Tasikmalaya tentang pencegahan tuberkolosis. “Ini penting, untuk diketahui masyarakat,” katanya. Ke depan rubrik itu bisa dikembangkan sebagai sosialisasi program organisasi wanita yang dipayungi GOW, seperti Muslimat NU, Persistri, Aisyiyah, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bhayangkari, Dharma Pertiwi, Tim Penggerak PKK, Kerta PWRI, dan organisasi kewanitaan lainnya.

Selain rubrik yang mengangkat isu-isu faktual, tulisan lain yang bersifat faksional disediakan pula untuk menampung aspirasi kaum ibu dalam bentuk artikel, catatan harian, surat pembaca, dan tips. Perwakilan GOW dari Bhayangkari Ny. Neng Nandang dan Ny. Sukardi ditugasi mengelola rubrik Surat Pembaca. Tips ditangani Hj. Entin K. Munawar (GOW). Rubrik Khasanah Lokal diserahkan kepada Hj. Sukaesah (Aisyiyah), disandingkan dengan rubrik Bahasa Daerah yang ditukangi Ny. Uun. Sedangkan yang bertanggung jawab mengelola rubrik curhat, Hj. Ani Arifin, dibantu Dessy Ibrahim, Hasnah Edi, Lilis Yoyo, dan Noni Krisno.

Seusai rapat proyeksi, para redaktur langsung mengumpulkan anak buahnya. Mengejutkan, dalam tempo singkat konten yang diproyeksikan sudah terkumpul. Salah satu artikel menarik ditulis Hj. Aminah dari Cikiray Singaparna mengenai cara menaklukkan perasaan gelisah. Kemudian ada pula yang menulis pupuh Kinanti, dari Wiwin Wintarsih. Hj. Sukaesah membuat catatan perjalanan ke Negeri Jiran. Diselingi tulisan ringan lain, seperti tips menghemat uang dan curhat kaum ibu. Termasuk kesan selama mengikuti pelatihan.

Diskusi di Facebook

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RT @kapoltv Kapan Saja Kekerasan Bisa Terjadi di Mana Saja ift.tt/3AjmcLv

About a month ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Advertisement
Advertisement WordPress.com
To Top